Berkacamata Nggak Sekeren Kelihatannya
Lifestyle,  Living

Berkacamata Nggak Sekeren Kelihatannya

Dulu, aku melihat orang-orang berkacamata merupakan sosok yang keren, elegan, dan dewasa. Seperti ada kekaguman tersendiri pada mereka. Ini bukan kacamata untuk gaya-gayaan ya, melainkan kacamata yang digunakan sebagaimana fungsinya, yakni memperbaiki penglihatan mata.

Aku begitu penasaran, apakah aku akan cocok mengenakan kacamata? Ya, ya. Aku memang hanya memikirkan tentang penampilan kala itu. Maklum, masih masa puber. Penginnya coba-coba apapun yang terlihat keren. Hehe.

Saking penasaran, aku pernah mencoba kacamata milik temanku. Alhasil, pusing langsung mendera setelahnya karena ternyata minus mata temanku lumayan banyak.Tapi  ya, nggak kapok. Wkwk.

Itu dulu ya. Sebelum aku benar-benar menjadi orang berkacamata.

Pertama kali periksa mata adalah di akhir tahun pertama kuliah. Aku sudah mulai susah membaca tulisan yang jaraknya jauh sejak masuk perkuliahan. Hanya saja, aku merasa belum penting membeli kacamata. Tinggal duduk saja di tempat yang dekat dengan papan tulis. Dan masalah selesai.

Ada cerita lucu kenapa aku akhirnya memutuskan untuk berkacamata. Ada salah satu dosenku yang agak aneh yang suka berkomentar dan nggak jarang melakukannya di kelas. Apapun dikomentari, termasuk kelakuan mahasiswanya.

Jadi, setelah selesai kegiatan berkelompok, kami semua mengatur kursi dan fokus ke depan kelas untuk mendengarkan penjelasan si dosen tersebut. Kebetulan, kelompokku berada di belakang yang otomatis dudukku saat itu berada di barisan paling belakang.

Tiba-tiba, si dosen menunjuk arah belakang untuk membacakan tulisan di depan. Yang ditunjuk ke arahku pula. Nah loh! Auto grogi dong. Nggak kelihatan soalnya. Buram. Haha.

Untungnya, bukan aku yang dimaksud beliau. Kakak kelas yang duduk persis di sebelahku-lah yang disuruh membaca tulisan tersebut. Dan ketika si kakak kelas nggak bisa membacanya, langsung disuruh ke depan dong. Dikomentari, “Kalau nggak kelihatan, ya duduknya maju.” Mana masih disuruh baca pula sambil berdiri di depan kelas.

Gokil memang dosenku itu. Diingat lagi emang bikin ketawa. Tapi, pas kuliah ya suasananya tegang banget. Kakak kelas saja banyak yang tegang, apalagi mahasiswa baru, sepertiku dan teman-temanku yang lain? Berasa di sekolah yang lagi diajar guru killer. Eh, sekarang masih ada nggak sih guru yang killer?

Berkacamata Nggak Sekeren Kelihatannya

Yah, pokoknya kejadian itulah yang mengharuskanku berkacamata. Walaupun aku bisa bertahan hingga akhir semester, nggak ada jaminan aku nggak akan bertemu dosen itu lagi. Jadi, cari amannya ya pakai kacamata. Seenggaknya kalau disuruh baca kan kelihatan jelas tulisannya sehingga aku nggak jadi bulan-bulanan si dosen.

Tetapi, setelah berkacamata kok aku nggak merasakan kesan yang sama seperti masa sekolah dulu saat melihat orang lain berkacamata. Yang ada, malah aku malas memakainya, selain di kelas.

Ternyata, nggak nyaman memakai kacamata terlalu lama. Kesan dewasa dan elegan..? Nggak sama sekali. Beda banget pokoknya apa yang kurasakan dari apa yang kubayangkan dulu.

Jadi, tolong rubah deh persepsi kalian tentang orang-orang berkacamata. Jangan dilihat kerennya saja. Mereka memakainya karena terpaksa. Dan kalau boleh memilih, tentu mereka (dan aku), lebih suka nggak berkacamata.

Sekarang sih minus mata sudah bertambah banyak. Aku sudah lama nggak cek mata, jadi nggak tahu pastinya berapa. Pengin ganti lensa kacamata juga karena sudah mulai nggak jelas. Tapi, nanti. Tunggu uangnya ada dulu.

Sampai sekarang pun, sebenarnya, aku masih lebih suka tampilan tanpa kacamata. Tapi, ya itu efeknya. Semua terlihat buram. Hehe. Pengin juga coba pakai contact lens. Sayangnya, belum kesampaian. Dan waktu cek harga, kok yang bening lebih mahal ya? Hmm.

Kalau bisa kembali ke masa lalu, salah satu yang ingin kulakukan adalah lebih menjaga kesehatan mataku. Walaupun mungkin nanti akan tetap kena mata minus, seenggaknya hal itu bisa ditunda.

Eh, tapi sekarang, aku hampir selalu pakai kacamata sih kalau keluar rumah. Untuk menghindari debu dan polusi di jalanan. Mana alergi mataku ini sedang kambuh. Jadilah, kacamata sangat berfungsi menutupi benjol di mata.

Baca juga: Mata Bengkak Karena Alergi

Berkacamata Nggak Sekeren Kelihatannya

6 Komentar

    • Jane Reggievia

      Sebagai yang udah kacamataan dari SD (karena minusku turunan), sering ngerasa capek kacamataan terus, pangkal hidungku sampai bertanda. Tapi ya aku juga males pake lens kontak, seumur hidup pake softlense waktu resepsi nikah aja hahaha ngerasa kacamata itu bukan lagi aksesoris tapi jadi jati diri aku, rasanya malah aneh kalo nggak kacamataan

      • shimisunn

        Iya emang capek emang pakai kacamata terus-terusan. Gak dipakai sebenarnya juga masih bisa. Walaupun buram semua muka orang-orang. Wkwk.
        Tapi, sekarang aku rajin pakai kalau keluar rumah. Buat melindungi mata juga dari debu.

  • Roem Widianto

    Wah, ternyata ada ya, yang menganggap orang pake kacamata keren dan elegan. Berarti aku termasuk kategori orang yang keren dan elegan dong ya, kan aku pengguna kacamata. Hehehe.

    Kalau aku menilai diriku sendiri pake kacamata malah sebaliknya loh. Aku sebenarnya lebih suka dengan tampilan ku yang lagi gak pake kacamata. Karena kalau aku pake kacamata kok rasa-rasanya aku bukannya kelihatan smart dan elegan kok malah jadi kelihatan tambah culun. Kan jadinya serba salah. Gak pake kacamata = pengelihatan kabur, pake kacamata = merasa culun, mau pake softlens = sudah coba berkali-kali tapi gak bisa pakenya. Jadi aku kepikiran dua hal nih: emang tampangku yang culun, dan kacamata menambah keculunanku atau aku salah pilih model kacamata jadi gak cucok buat bentuk wajahku. Plis ajari aku pake kacamata tapi tetap modis dong.

    • shimisunn

      Iya, dulu jaman SMP-SMA aku lihat orang-orang berkacamata tuh keren banget. Ya maklum, masa-masa labil gitu. Wkwk.
      Tapi setelah 10 tahun pakai kacamata, aku juga nggak ngerasain tuh keren yang ada di bayanganku dulu. Malah sebisa mungkin nggak dipakai kacamatanya karena capek kalau kelamaan dipakai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *