Ketika Emosi Negatif Menguasai
Lifestyle,  Personal

Ketika Emosi Negatif Menguasai

Seperti mata uang, perasaan pun memiliki dua sisi yang saling berseberangan, yakni emosi positif dan negatif. Emosi positif, jelas, akan membawa dampak yang positif. Sementara, emosi negatif merupakan kebalikannya.

Sebagai manusia normal, tentu, aku merasakan kedua jenis emosi tersebut. Bahkan, ada masa di mana salah satunya menjadi lebih dominan. Contohnya, saat PMS. Emosi-emosi negatif akan lebih sering berdatangan ketika aku mengalami masa itu.

Yang paling sering muncul ya gampang marah sama baper-an. Kalau di masa PMS sih berasa kayak ‘senggol dikit bacok’. Wkwk. Agak lebay ya. Tapi memang, hal sepele bisa memunculkan rasa marah. Yakin deh, nyenggol pintu saja sudah pasti unek-uneknya langsung keluar. Padahal mungkin, yang salah juga aku sendiri. Hehe.

Aku yang biasanya tenang dan pendiam, bisa menjadi segarang macan lho. Yah tapi, marahku bukan yang meledak-ledak. Aku akan diam dengan sikap dan raut wajah yang jelas-jelas menunjukkan bahwa aku sedang marah. Haha.

 

Makanya di waktu-waktu seperti ini, aku lebih banyak menyendiri dan mengurangi interaksi dengan orang lain. Sebisa mungkin juga menjaga emosi tetap terjaga baik, walaupun itu susah. Dan kalau ada hal yang sudah membuat emosiku naik, aku akan ngedumel di dalam kamar. Bebas, mau nyalahin meja, kursi, pintu, atau apa pun.

Ketika Emosi Negatif Menguasai

Nah, kalau sedang baper-an, jelas, aku harus menyendiri untuk menikmati rasa galaunya. Iya, menikmati galau. Aku akan mendengarkan lagu-lagu mellow serta menonton drama yang juga mellow dan tragis agar semakin menikmati rasanya.

Tujuannya sih biar bisa meneteskan air mata. Harus lho ini, meskipun yang keluar nantinya cuma setetes. Karena setelahnya, perasaanku menjadi lega. Dan hebatnya, mood galauku langsung hilang. Wkwk.

Pun saat sedang marah. Bila perasaan itu terlalu kuat, justru bisa membuatku mewek. Sambil ngedumel dalam hati, “Kenapa nggak ada yang ngertiin aku?” Ujung-ujungnya baper juga deh.

Memang, terkadang menangis bisa membantu melegakan emosi negatif yang nyumpel di dada. Nggak melulu karena sedih atau bahagia. Mungkin, mereka sepertiku  yang menjadikan tangisan sebagai cara meluapkan rasa sedih, kecewa, atau marah.

Tentu, masih banyak emosi negatif lain yang juga aku rasakan. Ada benci atau dendam. Namun, aku berusaha untuk nggak memelihara kedua perasaan itu. Aku merasa dua hal itu akan membuat batinku capek serta menghalangiku untuk menikmati hidup dan bahagia.

Jika ditanya apakah aku pernah depresi? Fortunately, I’m a positive thinker. Aku akan melihat setengah gelas yang terisi dan selalu bisa menemukan sisi positif dari kejadian-kejadian yang kualami.

Ketika Emosi Negatif Menguasai

Hmm, stop sampai di sini saja deh tulisannya. Bila dirasa nggak nyambung-nyambung banget dengan judulnya, harap dimaklumi ya. Aku menulisnya untuk melegakan hatiku yang sedang baper. Jadi, ya asal nulis. Nggak peduli mau nyambung atau nggak.

Sekian dan terima kasih sudah mau baca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *