Korea dan Drama Yang Nggak Pernah Habis
Hobby,  Lifestyle

Korea dan Drama Yang Nggak Pernah Habis

Apa yang terlintas di pikiran kalian setiap kali mendengar orang menyebut tentang Korea? Dramanya yang nggak pernah habis, idol-nya yang mendunia, kecanggihan operasi plastiknya, kecantikan para warganya, atau mungkin yang lainnya? Ya, Korea terkenal untuk semua hal-hal tersebut. Korea bahkan semakin mendunia dengan segala kontroversi yang menyertainya.

Ups, Korea yang aku maksud di sini adalah Korea Selatan, ya. Aku nggak bisa bahas tentang Korea Utara karena sedikit sekali informasi yang aku temukan tentangnya dan takut salah saja bila menyampaikan hal-hal yang nggak bisa aku pastikan sendiri.

Baiklah. Sesuai judul artikel ini, aku akan fokus dengan drama-drama buatan negeri ginseng tersebut.

Drama yang mereka hasilkan ada banyak, bahkan sangat banyak. Judul drama yang aku tonton pun sudah mencapai ratusan. Padahal, belum genap sepuluh tahun sejak aku konsisten mengikuti perkembangan drama-drama di Korea.

Hal ini wajar mengingat bisa mencapai puluhan jumlah judul drama yang mereka hasilkan dalam satu tahun. Itu hanya dari satu stasiun TV saja. Belum dari stasiun TV yang lain dan jangan lupakan TV kabel mereka. Bisa dibayangkan sendiri kan seberapa produktifnya mereka?

Terlepas dari itu, aku memang sudah suka menonton drama Korea. Ah, sebenarnya bukan hanya dari Korea saja, melainkan dari negara-negara lain, contohnya Jepang, Taiwan, Thailand, dan lain-lain. Ada beberapa hal yang aku sukai dari drama-drama mereka dibandingkan drama buatan dalam negeri aka sinetron.

Jumlah episode yang terbatas

Dari awal mereka sudah menentukan seberapa banyak episode untuk sebuah drama. Umumnya, satu drama akan berakhir setelah 16 episode (32 untuk sistem pembagian episode di beberapa stasiun TV). Tentu, bisa lebih tergantung pada proses penulisan naskah dan bisa lebih banyak untuk weekend drama.

Penonton pun nggak perlu di-PHP-in dengan cerita yang nggak ada ujungnya. Justru, penonton lebih antusias menebak-nebak alur cerita dengan keterbatasan jumlah episode seperti ini. Dan pastinya, lebih meringankan beban penulis naskah yang nggak perlu maraton menulis serta kualitas drama pun tetap terjaga.

Korea dan Drama Yang Nggak Pernah Habis

Jalan cerita yang nggak monoton

Aku salut dengan seberapa kreatifnya mereka. Memasukkan unsur fantasi dalam kehidupan modern merupakan sesuatu yang cukup sulit dilakukan. Dan mereka berani melakukannya. Lihatlah, banyak genre yang mereka hasilkan. Nggak melulu tentang romance.

Aku pribadi lebih menyukai cerita yang berbau misteri. Lebih bagus lagi kalau ada unsur komedi di sana. Kisah roman antar para tokohnya, boleh lah. Asal bukan menjadi fokus utama.

Aku memang sangat menghindari serial drama yang pure romance karena nggak tahan dengan sesi romantis mereka yang biasanya terlalu cheesy. Oke lah kalau paling nggak ada lawakannya di sana. Itu pun masih aku pilih-pilih. Takutnya dapat yang lebih banyak adegan romantisnya. Hehe.

Korea dan Drama Yang Nggak Pernah Habis

Akting mumpuni para pemainnya

Yang terakhir nih dan nggak kalah penting adalah kemampuan akting para pemainnya. Sebuah drama yang memiliki alur cerita menarik, namun akting para pemain utamanya biasa saja, akan menjadikan drama tersebut kehilangan rasa. Dan ya, ada beberapa judul drama yang seperti itu. Entah karena artisnya masih baru atau nggak cocok dengan karakter yang dimainkan.

Oh, bicara tentang karakter drama, aku ada satu karakter yang menjadi favoritku. Dan karena aku cewek, jadi dimaklumin ya kalau karakter kesukaanku itu cowok. Tapi bukan berarti aku meremehkan karakter cewek ya. Hanya saja, aku sudah jatuh cinta dengan si karakter cowok ini.

Pernah nonton Faith? Itu salah satu drama fantasi yang paling sering aku putar ulang. Nah, aku suka sama karakter yang diperankan Lee Minho di sini. Bisa dibilang, dia mendekati ideal type-ku. Hehe.Korea dan Drama Yang Nggak Pernah Habis

Kalau ditanya soal drama paling favorit, aku nggak bisa kasih jawaban. Setiap drama punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi memang, ada beberapa drama yang cukup berkesan untukku, seperti Faith, Signal, Tunnel, Arthdal Chronicles, Rebel, Queen for Seven Days, dan masih banyak lagi. Menonton ulang drama-drama tersebut pun nggak masalah karena memang menarik buatku.

Lumayan panjang juga ya artikel kali ini? Padahal isinya nggak jelas banget. Ngomongin drama Korea doang. Hehe.

Aku tutup saja deh. Sekian dan silakan berkomentar nggak jelas di bawah ini. Wkwk.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *