Lifestyle,  Personal

Mantan Sahabat dan Mantan Pacar

Sebenarnya aku nggak ingin bikin artikel yang dari judulnya saja sudah terdengar baper seperti ini. Tapi ya, kenapa nggak? Toh, aku hanya ingin sharing dan siapa tahu kalian punya pengalaman yang sama. We can relate to each other, right?

Baiklah. Cerita ini dimulai dari mimpi yang aku alami belum lama ini. Entah kenapa mantan sahabat sekaligus mantan pacarku itu muncul di sana. Padahal aku sedang nggak mikirin dia sama sekali. Oh ya, orang yang aku maksud di sini merupakan orang yang sama.

Aku nggak begitu ingat detail dari mimpiku. Yang pasti hubunganku dengan si mantan ini baik-baik saja. Dia masih menjadi orang yang sama seperti di masa laluku: baik dan perhatian. Dan aku merasakan sekali menjadi pusat dari perhatiannya.

Mimpi itu berhasil membawaku kembali ke kenangan masa-masa SMA dulu, di mana aku dan dia masih berhubungan baik. Dia mungkin menjadi satu-satunya sahabat cowok yang pernah aku punya karena setelahnya aku nggak menjalin persahabatan lagi dengan lawan jenis. Hanya sebatas teman yang tentu berbeda rasa dengan sahabat.

Persahabatanku dan dia retak karena secara mengejutkan dia mengungkapkan perasaan sukanya padaku. Tentu saja aku kaget karena aku pikir dia masih menyukai sahabat cewekku yang juga menjadi alasan kedekatanku dengannya. Masalahnya adalah dia nggak tahu bahwa aku memendam rasa pada sahabatnya. Hmm.. Seperti kisah cinta segitiga di FTV, kan? Maklum. Namanya juga masih remaja. Masih labil. Hal-hal seperti ini pasti banyak terjadi. Hehe.

Bodohnya aku, di awal aku menolak untuk jadi pacar sahabatku itu, tapi setelah kesekian kalinya dia bilang suka, aku pun menerimanya. Aku resmi pacaran dengan dia. Sayangnya nggak lama. Dalam minggu yang sama, aku memutuskannya karena aku sadar bahwa nggak ada perasaan lebih dari sahabat padanya. Dengan jujur pula aku bilang jika aku masih suka pada sahabatnya.

Oke. Itu awal mula keretakan hubunganku dengan dia. Retakan itu semakin besar saat aku memutuskan untuk pacaran dengan salah satu kakak kelasku. Dia marah dan kecewa berat. Sejak itulah aku sadar jika persahabatanku dengannya berakhir.

Aku dan dia satu sekolah, jadi aku nggak bisa benar-benar menghindar dari dia. Apalagi saat dia punya pacar, pacarnya itu satu kelas denganku. Luar biasa memang ujianku buat menjauhi dia. Bahkan setelah lulus SMA pun, aku satu kampus dengan pacarnya. Rasanya seperti aku selalu dibayang-bayangi oleh dia.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubungi dia dan menanyakan kabarnya. Kita sudah nggak membahas masa lalu lagi. Dan dari komunikasi singkat itu, aku tahu jika dia sudah nggak mempermasalahkan masa SMA itu. Tapi, aku juga tahu hubungan kita sudah nggak bisa sama lagi seperti dulu.

Kini aku memimpikannya. Bukan hanya kali ini saja, tapi sudah beberapa kali dia muncul di mimpiku. Tentu dengan jarak waktu yang berjauhan. Dan mimpi kali ini membuatku ingin menuliskannya.

Aku punya kecenderungan aneh. Setiap kali tiba-tiba teman-teman masa laluku muncul di mimpi, beberapa hari setelahnya aku akan mendapat atau mengetahui berita baik tentang mereka. Entah itu kabar pernikahan atau justru kelahiran anggota baru di keluarganya. Kabar bahagia itulah yang aku tunggu dari dia karena sampai sekarang nggak ada tanda-tanda dia yang memiliki kehidupan baru. Padahal dia sudah sering sekali muncul di mimpiku.

Drama banget ya artikel kali ini. Ya, gimana? Kehidupan kan nggak mungkin lurus-lurus aja. Kadang drama-drama sepele seperti ini juga muncul. Dan nggak ada salahnya juga buat menikmati drama itu walau sebentar. Sekalian bernostalgia dengan masa lalu. Hehe.

Edisi curhatan selesai di sini. Silakan bagi yang mau berbagi curhatannya, bisa ditulis di kolom komentar atau bisa lewat email biar lebih private.

Sampai jumpa di curhatan berikutnya (Wkwk.. Berasa penting saja segmennya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *