Menerapkan Konsep Minimalis ke dalam Fashion
Fashion,  Lifestyle

Menerapkan Konsep Minimalis ke dalam Fashion

Belakangan, gaya hidup minimalis seperti menjadi sorotan mata dunia. Banyak yang membicarakan dan mulai menerapkannya, termasuk blogger, vlogger, dan influencer di luar sana yang juga menyebarkan gaya hidup ini melalui konten-konten yang mereka buat.

Hal ini semakin mengukuhkan eksistensinya yang dipandang paling tepat diterapkan di masa kini. Tetapi, apa sebenarnya gaya hidup minimalis?

Pada gaya hidup ini, berlaku konsep less is more. Semakin sedikit barang akan lebih membuat bahagia. Pengalaman lebih dikedepankan daripada banyaknya jumlah barang yang dimiliki. Keberadaan sebuah barang pun dipertanyakan apakah memang dibutuhkan atau hanya sebagai pemuas ego saja.

Karena berupa suatu gaya hidup, penggunaannya, tentu, sangat luas. Bisa hanya diterapkan dalam pengelolaan keuangan, penerapan desain kamar, hingga hubungan sosial dengan orang lain. Nah, kali ini aku akan membahas mengenai penerapan konsep minimalis ke dalam fashion.

Siapa bilang seorang fashion addict nggak bisa minimalis? Untuk menjadi seorang minimalis dalam urusan fashion, ada beberapa tips yang bisa dilakukan.

Menerapkan Konsep Minimalis ke dalam Fashion

Find Your Style

Penting banget bagi kalian untuk menemukan style fashion yang β€˜kalian banget’. Kalian jadi bisa mengurangi koleksi pakaian dan hanya menyimpang barang-barang yang sesuai dengan style kalian. Barang-barang ini nggak hanya pakaian dengan model polos. Item bermotif pun tetap bisa menjadi koleksi asalkan sesuai dengan preferensi.

Aku sudah menulis artikel sebelumnya tentang How to Find Your Style. Silakan dibaca artikelnya.

Menerapkan Konsep Minimalis ke dalam Fashion

Basic Color

Apapun style fashion yang kalian pilih, ada baiknya kalian memiliki beberapa item dengan warna-warna basic, seperti hitam, putih, dan cokelat / beige. Warna-warna tersebut sangat berguna karena bisa dipasangkan dengan semua item fashion yang kalian punya. Kombinasi dengan item bermotif pun akan terlihat oke bila dipasangkan dengan warna-warna basic.

Menerapkan Konsep Minimalis ke dalam Fashion

Capsule Wardrobe

Hmm, istilah ini mungkin terlihat asing buat kalian. Aku sering melihatnya di channel fashion youtuber luar yang mengisi koleksi barang-barang di lemarinya menyesuaikan musim. Misal, pada musim dingin, capsule wardrobe akan didominasi kaos tebal, sweater, dan coat tebal karena memang benda-benda tersebut sangat dibutuhkan untuk menghalau dingin.

Sebenarnya, kita bisa mencontek cara tersebut. Bukan berdasarkan musim. Mungkin setengah tahun sekali, kalian bisa bongkar seluruh isi lemari kalian dan tempatkan di lemari barang-barang yang sekiranya akan kalian pakai beberapa bulan ke depan. Barang yang lain, bisa kalian simpan dulu.

Dengan begitu, kalian seolah memiliki koleksi pakaian baru dan penampilan kalian nggak terlihat itu-itu saja. Cara ini juga bisa membantu kalian memilah barang yang memang nggak kalian pakai lagi untuk didonasikan atau jual sebagai pre-loved.

Menerapkan Konsep Minimalis ke dalam Fashion

Imagine 3 Conditions Before Buying

Aku selalu menerapkan hal ini sebelum membeli item baru. Misalnya, aku tertarik membeli sebuah sepatu di mall. Sebelum benar-benar membelinya, aku akan mencoba sepatu tersebut dan membayangkan minimal tiga kondisi di mana aku bisa mengenakannya.

Kondisi tersebut nggak hanya acara yang bisa kudatangi, tapi bisa juga variasi style berpenampilan sembari memakainya. Jadi, nggak ada satu barang yang khusus digunakan di satu kondisi tertentu karena buat apa? Akan sia-sia saja membelinya.

Menerapkan Konsep Minimalis ke dalam Fashion

Quality Over Quantity

Dengan serbuan barang-barang murah, langkah ini mungkin sulit dilakukan. Kita bisa saja tergoda dengan harganya yang murah dan tanpa sadar sudah membeli banyak barang yang sebenarnya nggak dibutuhkan.

Padahal, harga berbanding lurus dengan kualitas barang tersebut. Alhasil, barang-barang itu hanya berumur pendek dan cepat rusak yang nantinya hanya akan menjadi sampah.

Daripada membeli barang-barang murah yang biasanya memiliki kualitas buruk, cari barang dengan harga agak mahal namun dengan kualitas yang lebih baik. Barang-barang ini akan lebih bertahan lama sehingga bisa menekan keinginan kalian membeli barang serupa di kemudian hari.

Aku sendiri punya beberapa koleksi fashion yang dulunya adalah milik ibuku sewaktu muda. Bayangkan, usiaku sudah hampir berkepala tiga yang artinya item-item tersebut bahkan lebih tua dariku. Dan barang tersebut masih bagus. Masih sering aku pakai pula.

—–

Itulah beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk menerapkan konsep minimalis ke dalam fashion. Sebenarnya nggak hanya fashion, aspek gaya hidup lain pun dapat kalian terapkan cara yang sama. Sesuaikan saja dengan kebutuhan masing-masing.

Ah, aku jadi tertarik menulis tentang minimalism lifestyle. Mungkin ke depannya, akan ada tulisan lain dengan tema serupa. Tinggal tunggu mood saja untuk menulisnya. Hehe.

Semoga tipsnya membantu.

4 Komentar

  • Prima

    Kayanya usianya sepantaran nih, saya juga (pernah) hampir memasuki kepala tiga usianya…not so long ago

    Quality over quantity ini sepertinya nggak berlaku hanya untuk fashion, tapi juga barang-barang lainnya. Cuma memang karena fashion itu pergerakannya cepat luar biasa, QOQ jadi lebih penting.

    Berapa lama sebuah barang mau dipakai itu jadi acuan saya dan istri untuk memilih fashion. Misal nih celana jeans, ga apa2 beli yang mahalan karena dipakenya bisa sampe 3 tahun lebih (kalau dirawat dengan benar).

    Lagipula, jeans juga salah satu barang fashion yang lumayan stabil. Means, sampai beberapa tahun ke depan masih ‘nyetel’ lah sama fashion saat itu, dan kombinasi padu padannya lebih fleksibel.

    • shimisunn

      Iya. Harus mampu jaga ego sekarang biar gak gampang tergiur promo murah di luar sana. Hehe.

      Wah, gak beda jauh ya kita umurnya. Salam kenal deh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *