Review Wardah Eyebrow Pencil
Beauty,  Lifestyle

Review: Wardah Eyebrow Pencil

Di posting-an kali ini, aku ingin me-review kosmetik dari brand lokal, yakni Wardah Eyebrow Pencil. Ini memang bukan produk baru. Namun, berhubung akhir-akhir ini aku sedang sering memakainya, jadi kenapa nggak aku tulis review tentang si pensil alis ini?

Produk ini berbentuk pensil (seperti pensil untuk menulis) yang harus diraut ketika tumpul. Yah, serupa dengan pensil alis-pensil alis klasik dari merk lain. Nggak lupa diberi tutup untuk melindungi ujung si pensil alis.

Di bagian tutupnya, ada bulu sikat yang berguna banget dalam kegiatan menggambar alis. Bulu sikatnya halus kok. Jadi, nggak bikin sakit dan sangat praktis sehingga nggak membutuhkan kuas makeup lagi, terutama ketika dipakai saat bepergian.

Review Wardah Eyebrow Pencil

Ada dua warna yang tersedia, yaitu hitam dan cokelat. Aku beli yang cokelat, walaupun sebenarnya warna alisku cenderung hitam. Pengin cari aman saja sih. Takutnya warna hitamnya terlalu nge-block kan malah seperti Shinchan nanti alisku. Hehe.

Kalau ada warna abu-abu, aku akan coba warna itu. Tapi karena nggak ada, cokelat saja dulu deh.

Tekstur produknya lumayan lunak sehingga bisa langsung keluar warnanya dalam sekali pulas. Tapi, warnanya masih aman kok alias nggak tebel banget. Nggak bikin alis nge-block sehingga hasilnya bisa natural. Cocok untuk daily look. Namun, gampang juga diatur jika memang ingin tampilan alis yang tebal.

Warna cokelat yang aku pilih masih sedikit terlihat kemerahan. Sedikit kontras dengan rambut alisku.

Review Wardah Eyebrow Pencil

Aku lumayan suka dengan produknya. Kalau tahu akan bagus begini, aku jadi menyesal beli yang cokelat. Harusnya langsung beli warna hitam saja ya? Sayang, nggak ada jaminan jika si warna hitam akan memiliki tekstur yang sama seperti si cokelat.

Untuk ketahanan, lumayan tahan lama kok. Asal nggak kena air dan keringat ya. Tapi biar lebih aman, selalu bawa pensil alis ini di tas kalian agar bisa touch up di mana pun.

Harga pensil alisnya sekitar Rp37.000,-. Standar harga produk lokal-lah. Nggak menguras kantong. Dan ini bakal awet banget kok.

Apakah aku akan re-purchase? Iya. Tapi, aku mau beli yang hitam. Nanti akan aku update review ini jika sudah ada kesempatan nyobain yang hitam. So, wait for it. Haha.

8 Komentar

  • Roem Widianto

    Oke banget nih, buat yang pengen tampilan natural. Soalnya kadang aku takut pake pensil alis kalau warnanya terlalu pigmented. Alisku modelnya sudah menyerupai alis Shinchan, kalau pakai pensil alis yang warnanya cetar ntar malah kelihatan bagai ulat bulu. Hehehe.

    • shimisunn

      Sama. Aku juga gak suka pensil alis yang terlalu pigmented. Susah diatur pas nggambarnya. Ntar malah kayak Shinchan alisnya. Wkwk.

  • Firda

    Yah, sayang banget warnanya agak kemerahan. Memang kebanyakan pensil alis lokal yg warna coklat agak kemerahan ya warnanya, jadi bimbang mau pakai yg mana kalo kayak gini

    • shimisunn

      Iya. Sejauh ini coba-coba pensil alis lokal warna cokelat, warnanya emang agak kemerahan. Padahal alisku ini item, tapi bukan yang item banget. Kalau ada warna abu-abu, bakal cocok banget buatku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *