Romantisme Mawar Merah di Hari Valentine
Lifestyle,  Living

Romantisme Mawar Merah di Hari Valentine

Waktu terasa cepat sekali berlalu. Nggak nyangka sudah memasuki minggu terakhir di bulan Januari. Itu artinya, sebentar lagi bulan akan berganti. Februari segera tiba bersama semua cerita yang akan menyertainya.

Berbicara tentang bulan Februari, kita pasti akan langsung teringat dengan perayaan hari yang begitu fenomenal. Yup, hari valentine. Sudah menjadi rahasia umum jika tanggal 14 Februari menjadi tanggal perayaannya. Hari Valentine sering juga disebut sebagai hari kasih sayang.

Di hari Valentine, orang-orang secara berjamaah menunjukkan rasa sayangnya kepada orang terkasih. Bukan berarti di hari lain kita nggak melakukannya ya. Hari Valentine hanya sebagai simbol yang mengingatkan bahwa ada orang-orang yang kita sayangi dan yang menyayangi kita. Hari tersebut bertujuan agar perasaan sayang kita selalu terjaga kepada mereka.

Cokelat dan Mawar Merah

Ada dua benda yang selalu identik dengan hari Valentine, yakni cokelat dan bunga. Seseorang bisa memberikan salah satunya atau mungkin keduanya pada orang terkasih (biasanya dari cowok ke cewek).

Menjelang event Valentine, sudah banyak toko yang menjual bingkisan cokelat yang lucu dan menarik. Sebagian besar mungkin berbentuk hati karena bisa mewakili perasaan sang pemberi cokelat.

Sedangkan kalau untuk bunga, harus berhati-hati nih memilihnya. Ada berbagai jenis bunga yang dijual di toko bunga. Kalian harus tahu bunga mana yang sebaiknya diberikan kepada pasangan.

Mawar merah merupakan pilihan tepat untuk merayakan momen Valentine bersama pasangan. Kenapa harus mawar merah? Karena konon katanya, merah adalah lambang cinta dan kasih sayang. Sementara mawar dipilih agar si bunga nggak hanya enak dilihat, namun juga bisa menguarkan bau wangi.

Buket bunga Valentine yang diberikan bisa bermacam-macam. Bunga dapat dirangkai berbentuk minimalis atau besar sesuai dengan keinginan pemberinya. Bisa juga dirangkai bersama bunga lain agar terlihat semakin indah.

Tapi, harus diingat. Nggak mendapatkan cokelat atau bunga bukan berarti si dia nggak ada perasaan sayang. Kasih sayang bisa ditunjukkan dengan berbagai cara, misal kata-kata, perbuatan, dan tulisan. Tapi memang, romantisme itu akan semakin terasa jika bingkisan cokelat dan sebuket mawar menjadi pelengkap perayaan Valentine.

Romantisme Mawar Merah di Hari Valentine
pexels.com

Ah, jadi ingat drama Korea romantis yang belum lama ini aku tonton. Sudah bukan rahasia jika para pria tampan di drakor selalu terlihat sempurna. Sudah ganteng, romantis pula. Dan adegan memberi buket bunga hampir dipastikan selalu muncul di genre-genre romannya.

Biasanya, nggak hanya bunga saja yang diberikan. Selalu ada kejutan-kejutan manis yang sudah disiapkan si pria. Entah itu menyulap taman bermain menjadi tempat romantis atau makan malam mewah di restoran.

Cewek mana sih yang nggak meleleh mendapat perlakuan tersebut? Hanya menonton melalui layar komputer saja sudah membuat hati ini ikut melting. Kalau nyata? Waduh, nggak tahu bakal bereaksi seperti apa. Speechless, mungkin.

Bercerita tentang diriku sendiri, aku nggak pernah benar-benar merayakan Valentine. Nggak ada yang pernah memberiku sebungkus cokelat atau setangkai bunga di hari Valentine. Maklum, aku orang yang begitu menikmati masa sendiriku. Sejak masa sekolah hingga sekarang.

Eh, aku pernah juga punya pacar saat masa SMA dulu. Tapi, nggak pernah bertahan lama sehingga nggak ada yang namanya merayakan Valentine bersama.

Lucunya, aku yang nggak pernah dapat hadiah Valentine, pernah membantu membelikan bunga untuk adikku. Btw, adikku ini cowok ya dan pastinya bunga itu buat cewek yang entah sedang didekatinya atau sudah berstatus sebagai pacar. Aku lupa. Hehe.

Yang jelas, aku memilihkan mawar merah yang memang identik sebagai simbol kasih sayang. Belinya nggak banyak sih. Hanya beberapa tangkai yang disesuaikan dengan budget anak SMA kala itu.

Aku ingat betul, aku nggak bisa berhenti memandangi bunga tersebut. Itu pertama kalinya aku melihat buket bunga secara langsung. Cantik memang. Dan aku lihat sampai puas sebelum diberikan pada si cewek keesokan harinya.

Ada sih perasaan iri melihat kelakuan adikku itu dan berharap ada cowok di luar sana yang mau melakukannya untukku juga. Sayangnya, harapanku itu nggak terjadi. Nggak ada kesan istimewa dari hari Valentine di tahun-tahun yang sudah kulewati.

Mau beli buat diri sendiri, eh tapi nggak ada toko bunga di kotaku. Maklum, kota kecil. Tokonya kurang lengkap. Yang ada cuma penjual bunga plastik. Hehe. Mungkin karena itulah, dulu pemberian bunga nggak begitu populer di masa remajaku.

Tapi setelah bertahun-tahun tinggal di kota yang lebih besar, Yogyakarta, aku tetap nggak pernah membeli buket bunga. Keberadaan toko bunga di kota ini saja aku nggak tahu. Wkwk. Malas sih harus cari-cari. Belum lagi harus berkutat dengan panas dan macet. Hufh.

FlowerAdvisor

Untungnya, sekarang ada toko bunga online yang semakin mempermudah kegiatan membeli buket bunga. FlowerAdvisor.co.id merupakan situs yang menjual beraneka macam buket bunga. Jenisnya pun beragam.

Paling seru adalah kegiatan memilih bunga. Ada berbagai macam pilihan bunga yang menarik mata. Di sana ada beberapa pilihan buket bunga beserta harganya. Mau yang besar atau kecil, tinggal klik saja. Jangan lupa dibaca deskripsi produknya ya agar nggak salah beli. Kalau mau diberikan sebagai hadiah, tipe-tipe buket bunga ini akan sangat cocok.

Romantisme Mawar Merah di Hari Valentine

Sering lihat kan di drama-drama Korea cewek yang mendapat kiriman bunga? Nah, nantinya si penerima akan mengalami hal itu. Jadi, tiba-tiba ada yang ketuk pintu dan bilang jika ada secret admirer yang mengirimkan bunga untuknya. Wah, langsung deh melambung hatinya.

Cara seperti ini bisa juga menjadi kejutan manis lho buat pasangan. Nggak melulu harus si cowok yang memberikan langsung bunganya. Apalagi, bila cowoknya termasuk kategori introvert yang susah mengekspresikan perasaannya. Pasangannya akan tetap tahu bagaimana perasaan si cowok meski melalui perantara orang lain.

Bagaimana jika masih single? Nggak usah bersedih hati. Valentine tetap bisa dirayakan oleh siapapun, termasuk yang masih sendiri (aku nih!). Dan kegiatan membeli bunga Β dapat juga dilakukan. Mungkin sebagai reward usaha kita selama ini. Atau mungkin, penghiburan diri di bulan romantis. Atau, menjadi bukti perasaan sayang kita terhadap diri sendiri. Atau, campuran ketiganya. Banyak sekali atau-nya. Haha.

Kalau aku mau menjadikan momen Valentine untuk lebih mencintai dan menyayangi diriku sendiri. Dan karena Valentine nggak afdol tanpa mawar merah, bunga ini akan menjadi pilihanku. Langsung deh aku cari ke dalam kategori mawar merah. Yang paling menarik hatiku adalah bunga ini.

Romantisme Mawar Merah di Hari Valentine

Rangkaian bunga ini simple, namun terlihat elegan. Dan berhubung aku membelinya untuk diriku sendiri, bunga ini terasa pas karena dikirim bersama vas beningnya. Jadi, tinggal taruh di meja sebagai pemanis kamar.

Maka, romantisme Valentine pun akan tetap terasa bagi jomblowati sejati sepertiku. Nggak ada yang memberi bunga? Beli saja sendiri. Jangan mau kalah dong dengan mereka-mereka yang berpasangan merayakan Valentine. Hehe.

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *