Fashion,  Lifestyle

Sepatu vs Sandal

Alas kaki merupakan salah satu barang yang nggak boleh terlupakan saat keluar rumah. Selain bisa menjaga kebersihan kaki, alas kaki juga berfungsi untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam yang berserakan di luar sana. Bahkan sekarang ini, fungsinya semakin bertambah, yakni sebagai item fashion yang menunjang penampilan.

Para ahli di bidang fashion pun ramai-ramai menciptakan alas kaki yang menarik. Berbagai jenis alas kaki dari yang modelnya simple hingga rumit, terasa nyaman hingga terlihat menyusahkan pun ada. Namun, secara umum ada dua jenis alas kaki yang dijual di luar sana, yaitu sepatu dan sandal.

Sepatu

Disebut sepatu karena alas kaki ini bisa menutupi seluruh atau sebagian besar kaki. Untuk jenis ini, banyak model yang beredar di pasaran. Tinggal memilih sesuai budget di kantong dan sepasang sepatu manis pun siap tersimpan di lemari.

Nah, untuk penggunaannya, tinggal menyesuaikan dengan acara yang ingin dihadiri. Sepatu sneakers akan cocok untuk acara-acara santai. Begitu pun sepatu berjenis pantofel yang memberikan kesan formal dan pastinya pas dikenakan di acara-acara formal.

Namun sekarang ini, dengan banyaknya influencer yang membagikan gaya OOTD-nya, penggunaan alas kaki menjadi lebih fleksibel. Selain acara formal, sneakers pun kini menjadi pelengkap penampilan, nggak hanya sekadar untuk hang out, tapi juga bisa dipakai menghadiri acara semi formal. Bahkan kini, acara bersantai bisa dipermanis dengan sepatu balet di kaki.

Jika harus memilih jenis sepatu apa saja yang bisa dikoleksi, maka aku hanya akan memilih sepatu pantofel dan sneakers. Kenapa? Karena sepatu pantofel sangat berguna di situasi formal dan selain itu, sneakers sudah lebih dari cukup untuk acara-acara lainnya. Mungkin ditambah sepatu flat dengan model menarik sebagai variasi.

Sandal

Jika sepatu bisa menutupi kaki, maka sandal adalah kebalikannya. Sandal cenderung memiliki bentuk yang memberikan keleluasaan kaki untuk bernafas. Dan karena inilah, sandal nggak bisa memberikan kesan formal.

Bermacam-macam jenis sandal pun nggak kalah menjejali pasar fashion. Yang paling terkesan santai adalah sandal flat. Nggak lupa kan dengan sandal merek swallow yang begitu hits sebagai sandal rumahan. Saking terkenalnya hingga nggak jarang orang mengaku sandal swallow orang lain (yang lebih bagus, tentunya) menjadi miliknya. Bukan rahasia pula jika masjid sering menjadi area rawan kehilangan. Selesai sholat, eh pulangnya sandal sudah raib, padahal sudah diberi inisial gede. Ckck.

Selain sandal flat, juga ada sandal ber-heels yang umumnya dipakai saat menghadiri acara tertentu, seperti kondangan. Namun, ada juga yang memakainya saat jalan-jalan karena mungkin mereka memang nyaman mengenakannya. Paling sering yang berjenis wedges. Untuk heels, biasanya yang jenis heels-nya nggak lancip.

Koleksi sandalku sebenarnya lebih banyak dibandingkan sepatu. Aku memang lebih nyaman memakai sandal, meski dalam situasi tertentu, aku memilih mengenakan sepatu. Ah, mood juga berpengaruh pada apa yang akan aku pakai.

Walaupun begitu, aku hanya punya tiga jenis sandal: sandal flat, wedges dan yang ber-heels. Tapi, ini bukan heels lancip ya karena aku nggak jago berjalan menggunakan sandal atau sepatu jenis tersebut. Susah menjaga keseimbangannya.

Semua jenis sandal yang aku punya (kecuali sandal swallow), pernah aku pakai untuk jalan-jalan hingga kondangan. Pokoknya santai saja bawaannya kalau pakai sandal. Hehe.

Pemilihan alas kaki memang terkadang membuat bingung. Apakah akan pantas dengan baju yang dikenakan? Atau kegiatan yang akan dihadiri?

Pilih saja yang menurut kalian nyaman dikenakan. Mau sepatu atau sandal, nggak ada masalah. Jika sudah nyaman dengan pilihan kalian, maka aura percaya diri pun akan memancar dengan sendirinya. Dan yang pasti, sesuaikan dengan jenis acaranya ya. Nggak mau kan salah kostum yang justru bisa mempermalukan diri sendiri?

14 Komentar

  • rahmabalci

    karena tinggal di negara 4 musim skrg jd lbh suka bersepatu heheh, sandal dan pentofel biasa pas cuaca hangat saja, tapi lbh seringan pake sneaker apalgi disini hobby sekali jalan kaki kemana-mana..

    • shimisunn

      Kalo buat jalan2 emang lebih nyaman pake sneakers sih mbak. Apalagi yang jauh dan lama. Kadang kalo kelamaan pake sandal buat jalan malah bikin capek dan ada lecet di kaki. Tapi tergantung jenis sandal yg dipakai juga sih.

    • shimisunn

      Wah, suka koleksi sepatukah?
      Temenku ada yang suka koleksi alas kaki. Tiap bulan paling gak beli satu. Udah jadi hobi buat dia..

  • Chaidir

    Akhir-akhir ini —selagi bukan acara formal— saya lebih nyaman pakai sendal gunung. Enaknya gak mudah lepas seperti sendal biasa. Pakai sepatu kalau memang kondisi tertentu saja. Biar gak kelihatan salah kostum itu tadi.

    • Fanny F Nila

      aku sempet koleksi sepatu zaman kuliah sampe setahun belakangan. tp makin kesini udah males :D. itu aja udh banyak yg aku bagi2in… kalo nyaman sih sendal memang nyaman. tp ga melindungki kaki dr kotoran dan debu. makanya aku ttp lbh suka sepatu kemana2 :D.

      • shimisunn

        Iya sih. Apalagi pas musim hujan ya. Kaki pasti kotor tuh kena cipratan dari mana-mana. Pulang-pulang langsung bebersih deh XD

    • shimisunn

      Iya. Cuaca Indonesia kan tropis. Jadi, kalo pakai sepatu sering gerah juga rasanya. Tapi ya tetep menyesuaikan kondisi sih. Kalau memang harus pakai sepatu ya sepatu yang dipakai..

  • pungkas nurrohman

    Tos dulu mbak, sama saya juga penghobi kemana-mana pakai sendal. Tapi sendal jepit. Bahkan motoran lintas kota saya lebih enak pakai sandal. Selain ringan juga tetap nyaman dipakai saat hujan. Saya 2 kali ke malaysia juga pakai sendal jepit.

    Sendal jepit adalah anugerah terindah tuhan atas inovasi orang indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *