Fashion,  Lifestyle

Tampil Apa Adanya di Acara Wisuda

Judul di atas mungkin nggak terlalu tepat karena nyatanya aku nggak tampil apa adanya demi menghadiri acara wisuda adikku. Ada dress code yang sepertinya wajib aku ikuti untuk bisa masuk ke dalam gedung tempat berlangsungnya acara. Meski begitu, aku sangsi mereka akan mengusirku jika aku tetap ngotot nggak mematuhi anjuran tersebut. Yah, daripada menarik perhatian yang nggak penting, lebih baik aku melakukannya.

Aku nggak tahu di acara-acara wisuda lain, namun batik menjadi pilihan yang digunakan pihak kampus pada wali dari mahasiswa yang berniat mengikuti proses wisuda. Itu tertulis di undangan yang diberikan. Tanpa itupun, aku memang berniat mengenakan batik ke sana. Karena yah, batik memberikan kesan formal yang sangat cocok untuk acara tersebut.

Biasanya aku akan memadukan atasan batik yang panjangnya hampir selutut dengan jeans hitam. Ini merupakan style andalanku bila berniat mengenakan batik acara-acara semi formal. Dan aku akan memilih atasan batik yang nggak terlalu panjang untuk aku padukan dengan rok bila harus menghadiri acara yang lebih formal.

Aku nggak yakin wisuda termasuk acara yang sangat formal karena keberadaanku di sana hanya duduk diam menyaksikan prosesi yang sebenarnya menurutku biasa saja selama lebih dari empat jam. Ya, lebih dari empat jam. Catat itu. Membayangkannya saja sudah membuatku bosan dan yakin sekali aku akan mengantuk di sana. Problemnya adalah bagaimana aku mengatasi rasa kantuk itu.

Oke. Kembali lagi ke masalah pakaian. Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya aku memutuskan untuk memakai style andalanku. Kali ini aku nggak memasangkannya dengan celana jeans (takut ditolak masuk nantinya) dan celana hitam biasa pun melengkapi tampilanku hari ini. Sebenarnya ada model celana lain yang lebih pas, tapi sayangnya aku tinggalkan di rumah. Dan ini satu-satunya celana hitam berbahan selain jeans yang aku punya. Maklum, walaupun aku penyuka fashion, aku nggak suka mengoleksi bertumpuk pakaian. Sayang uang. Hehe.

Style hijabku pun aku buat simple, seperti yang biasa aku kenakan sehari-hari. Pilihan alas kaki juga yang datar saja. Aku nggak akan merepotkan diri dengan memakai sandal ber-heels atau jenis wedges. Perjalanan menuju gedung wisuda tidak sebentar. Butuh satu jam untuk ke sana dengan menaiki bus.

Jadi, pagi-pagi sekali aku sudah harus stand by di terminal Jombor agar tidak ketinggalan bus paling pagi. Tujuanku adalah terminal Magelang yang sudah ada adikku bersiap menjemputku di sana. Nah, karena alasan inilah aku lebih memilih style super simple dan anti ribet biar nggak kerepotan di jalan. Nggak mau kan ya kesusahan naik turun bus cuma gara-gara pakai sepatu hak tinggi atau mungkin memaksakan diri pakai rok lipit.

 

Kalian mungkin melihat penampilanku ini jauh dari judul yang aku berikan. Ya, memang. Tapi ini adalah style apa adanya versiku; memakai apa yang kupunya dan menyesuaikan keadaan yang ada. Jadi, ‘apa adanya’ kan?? Hehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *