Lifestyle,  Living

Yang Dibutuhkan Saat Haid / Menstruasi

Haid merupakan momen yang cukup krusial bagi wanita. Kenapa aku bilang begitu? Dikutip dari halodoc.com, menstruasi adalah pendarahan uterus secara periodik yang umumnya terjadi setiap bulan. Nah, proses yang dilalui akan berbeda-beda untuk tiap individu.

Aku nggak akan membicarakan tentang teori terjadinya menstruasi karena aku nggak punya kapabilitas di bidang tersebut. Aku hanya akan sedikit berbagi tentang pengalamanku dan apa saja yang aku butuhkan demi menghadapi masa itu.

Haid memang menjadi momen yang selalu membuatku harap-harap cemas. Sebagai wanita single, tentu kehadiran tamu bulanan adalah sesuatu yang paling dinantikan. Berarti, nggak ada yang salah dengan tubuhku. Namun, momen ini juga menjadi yang nggak aku tunggu bila mengingat rasa nyeri yang menyertainya. Aku bahkan hanya bisa seharian berbaring di ranjang akibat rasa sakit itu.

Karena itulah, barang-barang yang aku sebutkan di bawah ini sangat membantuku melalui masa itu. Yah, walaupun nggak benar-benar menghilangkan rasa sakitnya, setidaknya aku nggak mengandalkan kasur dan hanya berguling-guling nggak jelas di sana.

Pembalut

Ini merupakan barang wajib yang harus dipakai saat haid karena berfungsi untuk menampung darah haid di satu tempat. Ada beberapa jenis pembalut, namun yang umum dijual di Indonesia adalah yang berbentuk pad. Banyak merek yang memproduksi produk kewanitaan ini. Bahkan, ada juga yang berbahan kain.

Aku sih belum pernah memakai pembalut kain. Agak ribet dicucinya karena tahu sendiri, darah haid cukup susah dihilangkan. Katanya memang lebih sehat. Tapi demi alasan kepraktisan, aku nggak tertarik sedikit pun dengan jenis ini.

Pembalut biasa yang dijual di minimarket pun sudah cukup buatku. Asalkan sering diganti saja. Maksimal empat jam sekali, pembalut sudah harus diganti. Sekadar berbagi, aku pernah terkena ruam akibat terlalu lama memakai pembalut yang sama. Jadi sekarang, sebisa mungkin aku nggak melewatkan waktu untuk ganti pembalut. Kalau perlu, aku pasang alarm untuk mengingatkan.

Aku selalu pilih pembalut yang ada wings-nya karena pasti belepotan kalau pakai yang biasa. Aku juga pakai versi day dan night. Day untuk yang siang hari, meskipun banyak bergerak tapi masih bisa dikontrol pergerakannya. Sedangkan yang night. kalau mau tidur baru dipakai. Ya, namanya orang tidur kan nggak tahu bakal bergerak seperti apa. Pasti tembu kalau nggak pakai yang panjang. Jadi, cari aman saja.

Paracetamol

Belum ada satu tahun sejak aku rutin mengonsumsi paracetamol di saat haid. Dan aku cukup menyesal karenanya. Kenapa nggak dari dulu aku memanfaatkan obat ini, selain sebagai penurun demam?

Biasanya aku hanya mengonsumsi paracetamol di hari pertama menstruasi. Setelah tahu hari itu aku haid, aku akan segera meminumnya karena nyeri haidku akan datang nggak lama kemudian. Efeknya? Bisa mengurangi nyeri haidku. Dan setahuku, memang salah satu indikasi paracetamol adalah pereda nyeri.

Aku bahkan berani bepergian di hari pertama haid jika meminum obat ini. Tetapi, jika kebetulan nyeri haidnya benar-benar luar biasa, rasa sakitnya masih bisa terasa. Aku jadi berpikir, bagaimana nasibku tanpa paracetamol ya? Hmm.

Koyo

Bagiku, koyo nggak hanya berfungsi meredakan pegal-pegal, tapi juga bisa digunakan untuk mengurangi nyeri haid. Panas yang disalurkan oleh koyo, akan membatu menghangatkan area nyeri.

Karena saat menstruasi aku mengalami nyeri perut, maka bagian tersebut wajib aku tempel koyo. Bagian lain yang nggak kalah penting adalah pelipis karena serangan pusing juga hampir selalu aku rasakan. Sudah seperti orang sakit tuh kalau di masa haid. Bau koyo! Hehe.

Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih merupakan alternatif lain jika sedang kehabisan koyo. Atau seringnya, aku gunakan bersamaan karena saking butuhnya pengalih dan pereda rasa sakit. Jadi, nggak hanya bau koyo nih, tapi juga bau minyak kayu putih. Haha.

Pantyliner

Pantyliner bisa dibilang sebagai salah satu jenis pembalut pad, namun dengan bentuk yang lebih tipis dan kecil. Benda ini kerapkali digunakan saat keputihan datang. Namun, ternyata bisa digunakan pula saat sedang berada di hari-hari terakhir menstruasi.

Aku memang lebih menyukai pemakaian pantyliner jika masa haidku akan selesai. Biasanya darah haid yang keluar hanya sedikit dan seringnya hanya berupa flek kecokelatan. Jadi, sudah nggak butuh pakai pembalut biasa lagi.

Aku juga sudah mulai merasa nggak nyaman memakai pembalut yang terasa tebal di masa-masa ini. Maka, pantyliner menjadi pilihan yang aku ambil. Dan sebenarnya, sayang juga harus membuang-buang pembalut yang lebih bisa digunakan di bulan depan.

—–

Itulah beberapa barang yang aku gunakan hampir di setiap tamu bulananku datang. Dari semuanya, yang benar-benar harus aku punya adalah pembalut, paracetamol, dan minyak kayu putih. Aku bahkan harus memastikan stok itu ada agar nggak kebingungan nantinya ketika haid tiba-tiba datang.

Bagaimana dengan kalian? Benda apa saja yang wajib ada saat datang bulan?

2 Komentar

  • Dyah

    Untungnya saya tidak pernah merasa sakit saat menstruasi. Menstruasi hari pertama dan kedua terus manjat pohon atau lari-lari mengejar bis juga bisa. Yang jadi masalah ya harus ganti secara rutin karena keluarnya banyak. Saya juga selalu pakai yang wings, biar aman. Kalau saya, waktu menstruasi harus makan banyak. Perut nggak boleh kosong. Kalau kelaparan, jadinya lemas dan nggak mau ngapa-ngapain. Jadi mendadak tukang ngemil tiap menstruasi.

    • shimisunn

      Wah beruntung itu mbak gak merasakan sakit waktu awal mens. Hehe
      Sebenarnya, aku juga gak tiap bulan sakit sih. Tapi, bolong sakitnya itu yang jarang banget. Paling mending ya cuma ngerasa pegel2 di tangan sama kaki.
      Kalau doyan makan sih sama mbak. Beberapa hari sebelum mens bawaannya pengen diisi mulu perutnya. Jadi, harus sedia banyak cemilan pas kayak gini 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *